Aku kan mencari siapa?
Bersama cinta siapa ku kan terkubur?
Atas nama cinta siapa aku kan pergi?
Kepada siapa kesetiaan ini akan aku persembahkan?
Dan disisi siapa aku kan menghabiskan waktuku?
masih seribu tanya menunggu…
Mereka tak tau tentang jiwaku yang t’lah lama hampa,
mereka juga tak tau diriku yang gersang dalam kemarau yang berkepanjangan.
Hingga kini pagi pergi tanpa pesan, tak jua kesan,
siang hilang, tanpa bayang, pun jua terang, petang berlalu,
tanpa syahdu tapi hanya rindu, kerinduan yang tak pasti…
Siapa yang dirindui…?
Senja pun terlewatkan hanya untuk menanti yang tak pasti menunggu yang tak tentu,
hendak kugapai tangan tak sampai,
hendak ku bayangkan angan tak sampai,
hendak kuimpikan waktu tak sampai, dan
hendak kulupakan hati tak sampai.
Dan kini malam telah membayang,
mungkinkah malamku kan berhias gemintang???
Mungkinkah malamku kan ditemani cahaya rembulan?
Mungkinkah malamku kan di penuhi mimpi-mimpi indah di taman Nirwana?
Atau malamku akan ditutupi kabut tebal?
Dan di guyuri hujan dalam kegelapan?
Ibrahim yakin Tuhan ada maka dia terus mencari dan tetap mencarinya,
Malaikat-Malaikat yakin Tuhanpun ada, maka mereka selalu setia dan menghamba pada-Nya.
Begitu pula dengan ku, aku yakin dirimu pasti ada…..
hatiku beku tak berarti mati,
karena cinta akan pasti setia,
masa lalu tidaklah nyata,
karena dunia masih memberi asa,
semua itu hanya baru pelabuhan pertama,
pada purnama kesembilan rindu kan bertemu jua,
di samudera mata, pantai masih menanti ombak yang menepi,
di mega senja, lembayung pasti kan tampakkan cahayanya
Tapi aku yakin….malam kan hadirkan rembulan bersama seribu gemintang,
setidaknya ada kejora yang berkedip dimalam yang kian kelam dan
mungkinkah fajar esok kan menggantikan hari-hariku yang telah pergi…?
Ini adalah bagian dari suara hati, dan inipun adalah bagian dari keyakinanku,
Dunia ini memang satu, tapi ku yakin, kita pasti berbeda dalam memandang dunia ini,
mungkin kau memandang dunia ini dari sisi sebelah kanan,
sedang kan aku melihatnya dari dalam dunia ini sendiri,
maka sering kita berbeda dalam menilai dunia,
dan wajar bila kita berbeda dalam memandang cinta.
lewat cahaya asa ku pinta, lewat embun pagi ku titip segala kerendahan hati,
memohon pada-Mu ya Robb...
Biarkan cinta ini indah pada waktunya..
Amin.. amin ya robbal’alamin...

No comments:
Post a Comment